Lom-pa-tan

Lom-pa-tan

Aku ingin melompat tinggi menggapaimu. Namun (juga) takut akan jatuh lebih sakit.

Namun melompat tinggi setidaknya menandakan kita berusaha keras untuk meraih apa yang kita inginkan.

Aku ingin meraihmu, mesti harus terjatuh.

Continue reading

Kesepian

Kesepian

Tahukah engkau?

Aku kesepian di sini. Tanpa kamu, suaramu, kehadiranmu. Tahukah engkau?

Aku butuh kamu untuk rasa nyamanku, butuh hadirmu untuk luapkan sesakku.

Aku dan kamu tak pernah bisa satu, tapi aku sungguh butuh kamu! Karena kamu adiksiku.

Continue reading

Sebulan Merindumu!

Tahukah engkau, bahwa aku merindumu saat ini.

Aku merindu, berbicara banyak denganmu, menggodamu. Meski kadang kamu meninggikan dirimu sendiri, aku tak keberatan.

Tahukah engkau, aku menunggu engkau berkirim kabar denganku. Tapi rasanya semua hanya mimpi, engkau hanya berbagi ketika aku memulai pembicaraan.

Engkau tetap menjadi engkau yang tak pernah berubah. Dan aku sungguh merindu apa adanya engkau.

Teman dan Jalan Berliku

senggigi, berliku

Hidup itu tak selamanya berjalan lurus, karena ada kalanya berliku, terjal, naik dan turun. Hidup itu menerima, menerima apa yang terbaik untuk kita. Berusaha menerima seperti apa teman kita berbagi.

Terkadang, cermin itu menduduki prioritas pertama untuk dilihat, karena dengan bercermin setidaknya kita tahu seperti apa kita, sebelum memberikan komentar tentang teman kita sendiri.

Cobalah memosisikan diri pada kondisi orang yang kita bicarakan. Apa kita mau dibicarakan, kursi akan terlihat berbeda tergantung dari mana kita melihat kursi itu sendiri. Karena setiap orang itu berbeda, dan saatnya kita belajar menerima perbedaan itu sendiri.

Keep on learning accept what God’s give to me.. 🙂