Time Flies

It was more than a month i was here, trying to stay with my own consciousness, and here i am. Look at the computer and wanna say that i am quite happy here, in my newest profession as a doctor, yeah!

And i other side, i just in angry person, when some people ignore me, or not trust what i do. I am here, and i am exist!

I really do not care, i just trying to…

I am very sensitive person, yes i am. But i know my self.

 

Akhir kata, ‘Lo jual gue beli’

A Phone From Past

Ada deringan telepon kali ini, tidak ada nama tertera di sana. Ada ragu untuk menerimanya, rasanya ingin me-reject saja. Namun akhirnya..

“Assalamu’alaikum…’ Ujarku wajar.

Wa’alaikumsalam…‘ Suaranya samar.

‘Ini siapa ya?’

‘Ini anak Asvie bukan?’

‘Ehm, kalo iya, kenapa? Ini siapa?’

‘Ini Teguh? Gue XXX’

‘Oh, ya, apa kabar lo? Sekarang dimana? Kok tumben nelpon gue! Haha’

‘Nggak boleh ya, gue kangen lo!’

Well, ternyata dia adalah teman masa lalu. Teman adalah teman, dia tidak akan berubah. Karena selamanya akan menjadi teman. Ada kilasan-kilasan yang menyambar otak, jelek-baik-tawa-tangis-malu.

Masa dan lalu akhirnya digabung sehingga menjadi kata ‘masa lalu’ dia akan berada di belakang, bukan untuk ada di hari ini, apalagi di masa depan.

Temanku, masa lalu, dia akan jadi bayang-bayang. Aku akan terus berjalan ke depan, melupakan kisah lalu, menjadikannya pelajaran berarti untuk-ku.

Sebuah telepon dari masa-lalu.