Kita

Tidak akan ada hijau, jika biru tak bertemu dengan kuning. Begitu juga tidak ada kita, jika kamu tidak bertemu dengan aku.

Advertisements

Tentang Hari

Mungkin waktu yang akhirnya merubah, sesuatu yang kita senangi, hasrat kita yang lama kemudian sedikit demi sedikit semakin menjauh pergi.

Saya pernah tidak menyangka, semuanya seperti mimpi, dan semua itu seakan sulit diraih dengan kondisi yang saya jalani sekarang. Mengapa tidak, karena setiap kali saya mulai menyusun kalimat saya terhenti, untuk berpikir dan lalu menghentikan apa yang saya kerjakan.

Janji yang saya ucapkan tertulis dan tekad yang membulat pun entah kenapa hancur berkeping-keping. Saya telah berubah, mungkin waktu jualah yang mengubah saya.

Mengapa pula saya menyalahkan waktu, padahal yang perlu disalahkan saya sendiri, tidak ada yang lain. Mengapa harus menyalahkan profesi yang saya jalani kini, kemudian mengikis mimpi lama saya.

Menulis sudah menjadi bukan prioritas, dan bagaimana saya menyalurkan semua emosi saya, karena seakan saya lebih bisa mengendalikannya. Dan saya melupakan menulis, blog, dunia dimana dulu saya tergila-gila seakan-akan tidak bisa hidup sehari tanpa menulis, bercerita di dunia maya.

Apa karena saya sudah menemukan dunia nyata saya? Apa karena saya sudah mulai menemukan diri saya? Tapi, apa ini yang saya inginkan? Saya sendiri ragu…

Ada lelah jika harus terus menjalani semua yang saya tekuni sekarang, butuh katarsis, tapi kenapa semuanya berbeda. Twitter seakan mengubah segalanya, apa harus me-non-aktifkannya sehingga saya bisa mulai menulis lagi?

 

Lombok, Januari 2013 Kurang dari empat bulan lagi harus pulang ke Jawa.