Gado-Gado

Sebenarnya masakan ini kalo menurut saya lebih cocok untuk disebut lotek, tapi kata kakak ini gado-gado. Saya akhirnya mengikuti saja, katanya perempuan lebih tahu mana yang benar mengenai makanan macam begini (?)

Setelah hari Lebaran kemarin, mungkin bosan dengan opor ayam, sambal goreng ati, sayur cabe, makanya dibuat alternatif makanan ini untuk dijadikan sarapan. Sebenarnya akan lebih cocok kalo dimakan pas siang hari.

Lotek

Bahan-Bahan (secukupnya tanpa takaran) :

  • Ketupat
  • Kubis
  • Timun
  • Kacang Panjang
  • Tauge
  • boleh ditambahkan sayuran lain (tomat, buncis atau sejenisnya) dan gorengan

Bumbu yang dihaluskan

  • Kacang tanah yang digoreng
  • Terasi
  • Gula Merah
  • Garam
  • Cabe Rawit yang dikukus
  • boleh ditambahkan bawang putih

Tambahan:

  • Kecap
  • Air Putih

Gado-Gado

Pertama haluskan bumbu-bumbu yang dihaluskan, kacang tanah goreng agak banyak, berbanding terbalik sama terasi sedikit saja. Kemudian tambahkan air putih untuk mendapatkan konsistensi yang diinginkan. Baru masukkan, ketupat, sayuran dan gorengan yang telah diiris, tambahkan kecap, baru diaduk rata.

Pindahkan ke atas piring, tambahkan dengan kerupuk. Maka jadilah gado-gado/lotek yang anda inginkan. Selamat mencoba.

Dua Enam, Enam Dua

Me

Dua ditambah enam akan menjadikannya delapan, menjadikannya angka yang tak berkesudahan. Dua enam adalah hanya masalah angka yang kemudian menjadi tolak ukur bagaimana kita selama ini didunia?

Selamat menyentuh angka dua enam. Tapi kedewasaan masih saja menjadi masalah utama saya sampai saat ini, mungkin masih saja banyak yang meragukan saya sudah cukup dewasa, karena kover terkadang mencerminkan isi didalamnya (?) meskipun ada kata-kata don’t judge the books by its cover.

Banyak hal yang bisa saya syukuri hingga usia dua puluh enam ditanggal dua puluh sembilan, masih memiliki Ibu meskipun telah renta, punya banyak kakak yang sering kali membantu, meskipun banyak kakak kemungkinan terjadinya konflik semakin besar.

Nikmat lain adalah sudah menjadi seorang dokter, meskipun resmi meraih gelar ini tahun lalu, tapi tahun ini baru merasakan benar-benar mandiri. Tidak lagi digaji pemerintah sebagai dokter internsip, tapi bebas mau menentukan hidup.

Dalam hal ibadah?

Banyak yang harus diperbaiki, entah kenapa saya merasa semakin tidak fokus dalam banyak hal salah satunya beribadah, meskipun tidak pernah meninggalkan kewajiban, tapi kualitasnya masih seperti itu-itu saja. Pikiran sering melayang entah kemana.

Perlu belajar memusatkan perhatian, mengerjakan satu demi satu secara maksimal. Ah, mungkin masalah ibadah merupakan penyesalan terbesar saya.

Masalah cinta-masa depan?

Semoga saya menemukan tempat berlabuh, saya bosan dengan cerita patah hati-cinta yang bertepuk sebelah tangan atau apalah itu. Dan semoga dua-tiga tahun lagi saya bisa melanjutkan sekolah spesialis. Aamiin.

Selamat ulang tahun Teguh, semoga semuanya semakin baik tahun ini, semua yang dicitakan tercapai! aamiin.

———-

Mom said, ‘Selamat ya, semoga panjang umur dan semakin dewasa’

SK kerja di RSUD sudah ada, tinggal tanda tangan kontrak. alhamdulillah..

‘Kamu umur 26???’ ujar seseorang ditwitter, karena mengira usia saya lebih muda dari itu! haha..