Hallo, Kamu!

Hallo,

Rasanya kata yang aneh untuk diucapkan setelah beberapa bulan tidak menyambangi rumah maya. Terbengkalai mungkin kata tepat untuk beberapa bulan sama sekali tak menyentuh keyboard untuk sekedar berucap sapa. Mungkin juga beberapa kali sempat melihat layar monitor untuk menulis sesuatu namun kemudian urung dilakukan, karena entah kenapa rasa bahagia ketika menuliskan cerita itu menguap kemana.

Mungkin juga telah terbang bersama kesibukan pekerjaan. Oh, kata siapa juga saya sibuk, kalau setiap bulannya paling banyak jaga cuma lima belas kali, meski kebanyakan jaga malam. Tapi, semuanya menguras tenaga dan kebahagiaan. Percayalah.

Bekerja di Rumah Sakit rujukan itu kadang terasa melelahkan. Kasus yang berbagai macam, kondisi yang sering kali sudah jelek. Hanya tinggal menunggu giliran. Semuanya menjadikan tekanan tersendiri, setiap kalinya harus bertugas seperti mendata siapa yang mendapat ‘giliran’ kali ini.

Tapi, toh semua itu sebenarnya sudah menjadi suratan takdir. Nggak hanya mereka, tapi kita, ya semacam menunggu giliran, semuanya mengantri untuk pada akhirnya kita menghadap Sang Pencipta. Ah. Sama halnya ketika saya mendengar berita seorang teman mantan MPers yang sudah menghadap Sang Ilahi, Mas Romi (tanparamole), dia masih sangat muda hanya beberapa tahun diatas saya namun siapa yang mengira Tuhan ingin bertemu lebih cepat dengannya. Selamat jalan Mas, semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah, dimaafkan segala dosanya, diberikan tempat terbaik, dan seperti cita-citamu menjadi mardhotillah. Aamiin.

Hallo, kamu..

Saya tidak lagi fokus mencari seseorang, jika dia memang waktunya tepat dia akan berdiri dihadapan, kemudian mengulurkan tangan, sambil berucap, ‘Ayo menjalaninya bersama-sama’. Iya, kamu, aku menunggumu di sini. Bersabar. Insha Allah. 🙂

#randomthought

Advertisements