Kenapa?

Seseorang bertanya,

‘Kenapa kamu suka aku?’

Mengapa harus ada kata kenapa yang mendahului suka. Kadang kita tidak membutuhkan alasan untuk menyukai sesuatu, karena rasa bisa jadi tiba-tiba muncul begitu saja tanpa bisa kemudian ditolak. Tapi kadang memang membutuhkan sebuah kalimat penjelasan untuk bilang aku suka kamu.

Beberapa orang tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang kita tulis merupakan cerminan diri kita, meskipun ada yang disembunyikan tapi benang merah sebuah identitas akan tetap terlihat sebagai sebuah pribadi. Aku melihatnya padamu. Apa yang tertulis bisa jadi merupakan siapa dirimu, tak sepenuhnya tapi aku yakin itu adalah buah pemikiranmu.

‘Aku tanpa kepala,’

Kenapa harus dengan kepala, kalo jantungmu berada di dada kirimu, sedangkan hatimu tepat di dada kananmu. Semua yang kamu lakukan tidak hanya berpusat pada apa yang kamu pikirkan dengan otakmu, tapi juga dengan hatimu. Wajahmu hanya sebagai pelengkap untuk sebuah tubuh. Untuk apa punya kepala namun dua hati tidak bisa bertemu untuk sekedar menggenggam?

Bagaimanapun engkau, semuanya akan menjadikannya lengkap suatu hari. Ketika ada satu tangan yang meraih tangan yang lain untuk menggandeng dan berjalan ke depan. Mungkin itu kamu?

04 Desember 2013

Advertisements