Arisan Film 08 : The More The Merrier

AF pertama, bangun jam 04.30, mandi langsung ke stasiun. Nyampe Kalcit jam 9 pagi, nunggu dua jam sebelum Ayay datang menyusul Mas Ancha, baru yang lain tiba. I am having fun that day! Mari berjumpa lagi!

Kacamata's Story

Tidak terasa event yang awalnya dilakukan iseng-iseng justru menjadi kegiatan rutin para blogger ex Multiply. Bahkan di pertemuan ke delapan ini, pesertanya makin banyak dan tentunya makin rame.

Awalnya acara ini rencananya akan diadakan pertengahan Desember. Tapi ternyata ada teman dari luar Jabodetabek ingin bergabung. Fiken dari Pekanbaru, Teguh dari Cirebon, dan Reny dari Jogya. Akhirnya, tanggal acara di susun ulang, dan setuju AF08 ini dilaksanakan hari Minggu kemarin, 10 Januari 2015. Perdebatan sempat terjadi mengenai lokasi. Banyak yang mengusulkan untuk pindah lokasi. Sebagai informasi, 7 AF sebelumnya, 6 di antaranya kita adakan di Kalibata City, dan hanya AF04 yang kita adakan di Pasaraya Blok M. Setelah mengajukan lokasi dengan pertimbangan colokan listrik dan spot yang nyaman untuk meriung rame-rame, maka keputusan lokasi kembali ke Food Court – Kalibata City. Hahaha… we really cant move on. Tapi kalo dipikir-pikir sih, emang Kalcit itu sudah paling nyaman deh. Kita kumpul dari…

View original post 240 more words

Advertisements

Mimpi yang Nyata.

Saya menangis sesenggukan. Dalam tidur.

Hari itu saya memimpikan Ibu yang meninggalkan kami anak-anaknya untuk bertemu Sang Pencipta, hati saya kelu, dulu ketika Bapak pergi, saya tidak menangis selayaknya kakak pertama yang histeris. Tapi entah kenapa saya menangis sesenggukan.

Sebelumnya saya pernah berpikir jika kehidupan ini sungguh membuat Ibu menderita, maka berikanlah hal terbaik untuk Ibu, saya tidak tega melihat Ibu menahan sakit, berusaha terhuyung untuk sekedar berjalan. Berkali-kali jatuh, bekas jahitan dimana-mana.

Tapi di sisi lain, saya belum siap harus berpisah dengan Ibu. Karena tinggal dia yang saya sayangi, dia orang yang sama yang mengandung saya selama sembilan bulan, menemani saya tidur hingga remaja. Kurang tidur saat saya tidak bisa tidur, setia mengganti kompres yang telah kering.

Malam itu saya sesenggukan, mata saya basah, bengkak. Tahu, kalau saya rindu Ibu.