Mimpi yang Nyata.

Saya menangis sesenggukan. Dalam tidur.

Hari itu saya memimpikan Ibu yang meninggalkan kami anak-anaknya untuk bertemu Sang Pencipta, hati saya kelu, dulu ketika Bapak pergi, saya tidak menangis selayaknya kakak pertama yang histeris. Tapi entah kenapa saya menangis sesenggukan.

Sebelumnya saya pernah berpikir jika kehidupan ini sungguh membuat Ibu menderita, maka berikanlah hal terbaik untuk Ibu, saya tidak tega melihat Ibu menahan sakit, berusaha terhuyung untuk sekedar berjalan. Berkali-kali jatuh, bekas jahitan dimana-mana.

Tapi di sisi lain, saya belum siap harus berpisah dengan Ibu. Karena tinggal dia yang saya sayangi, dia orang yang sama yang mengandung saya selama sembilan bulan, menemani saya tidur hingga remaja. Kurang tidur saat saya tidak bisa tidur, setia mengganti kompres yang telah kering.

Malam itu saya sesenggukan, mata saya basah, bengkak. Tahu, kalau saya rindu Ibu.

Advertisements

14 thoughts on “Mimpi yang Nyata.

  1. Biarkan tangis dan rindu itu tersaput oleh murninya doa untuk sang bunda, Mas.
    Semoga kedamaian selalu menyelimuti Mas dan Ibu :hehe

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s