Kapan (?)

Udah berapa kali dengar kalimat,

‘Kapan nikah?’ dan akan terus berlanjut dengan pertanyaan kapan punya anak, adik untuk anak (kita), cucu, dan seterusnya.

Satu jawaban kepada satu orang nggak akan cukup untuk menuntaskan dahaga mereka untuk pertanyaan yang kadang bikin lelah.

Ada hal-hal yang nggak mungkin dijabarkan kenapa kita belum menikah, punya anak dan apapun itu. Pasti ada alasan kenapa kita memilih untuk dalam kondisi ini.

Cukup sekali bertanya, tidak perlu berulang.

Karena akan menjadi beban untuk yang ditanya, mungkin ada yang easy going, dan bersikap masa bodoh. Tapi nggak sedikit yang mengganjal di hati, jadi momok stress tersendiri.

Biarkan mereka pada pilihan dan takdir mereka. Mereka (saya) akan menemukan waktu mereka sendiri. Waktu untuk memenuhi takdir selanjutnya.

Asalkan tidak mengganggu hidup anda, maka biarkanlah.

**random malam hari setelah ditanya kapan nikah kesekian kalinya. Dan untuk pertama kali dalam beberapa bulan buka laptop.

Advertisements

18 thoughts on “Kapan (?)

  1. Sabar ya, Mas :hehe. Semangat :)). Saya masih menganggap diri belum cukup umur jadi setiap ada pertanyaan seperti itu saya ngeles saja :haha *cara menghindar yang aneh :haha*. Yakin, semua akan indah pada waktunya :hehe.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s