Pekan Olahraga Jawa Barat 2014

16logopordacopy1

Pekan olahraga daerah Jawa Barat udah selesai beberapa minggu lalu, Kota Cirebon ditempatkan di posisi ke sepuluh dari seluruh peserta dengan perolehan 18 mendali emas. Sesuai dengan target sepuluh besar dengan 18 emas atau lebih. Dan tuan rumah Kabupaten Bekasi menjadi juara umum.

Kebetulan aku ditunjuk menjadi tim kesehatan untuk kontingen Kota Cirebon, bukan itu masalahnya tapi suatu kali perawat bilang.

‘Itu kan atlet bon-bonan,‘ tadinya aku tidak mengerti istilah ini. Tapi kemudian mengerti, jika dalam pekan olahraga entah daerah, kota, PON, akan tetap ada atlet yang sebenarnya bukan atlet dari daerah yang diwakili, namun disewa untuk membawa nama suatu daerah.

Alasan yang dibawa macam-macam, karena daerah tersebut tidak memiliki atlet di cabang tertentu, atau suatu daerah tidak mau kehilangan gengsi untuk memenangi suatu pergelaran. Hampir banyak daerah melakukannya, alih-alih membina potensi pemuda yang memang berdomisili di daerah itu, tapi lebih memilih mengeluarkan uang untuk menyewa.

Pergelaran ini tidak hanya dilakukan sekali seumur hidup, tapi berkelanjutan, harusnya pemerintah daerah dalam hal ini KONI daerah masing-masing punya tanggung jawab untuk membina putra-putri daerah untuk menjadi atlet. Memang kendala lain adalah fasilitas yang menunjang untuk latihan juga harus terpenuhi. Karena selama ini hanya terpusat di area tertentu saja.

Sehingga, banyak atlet harus berlatih di daerah yang memiliki fasilitas.

Jika untuk pendanaan kontingen saja tiap daerah berani untuk mengeluarkan dana bermilyar dari dana APBD, harusnya berpikiran kedepan untuk membangun fasilitas, dan mulai membina atlet-atlet dari putra daerah sendiri.

Sehingga, ketika mencapai suatu prestasi akan lebih membanggakan. Percuma menjadi juara umum, atau mendapatkan mendali emas, tapi bukan dihasilkan oleh atlet daerah sendiri.

Advertisements