Aku dan Blackberry suka Laut! #BBBaru

Blackberry pertama kali dikenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan RIM (Research in Motion) yang berpusat di Kanada, tapi tahukah jika modal yang untuk membangun perusahaan RIM, Lazardis mendapatkan pinjaman uang dari orang tua temannya setelah dia dikeluarkan oleh Universitas Waterloo, di tempat itu dia belajar Teknik Elektro.

RIM didirikan pada tahun 1984, pada tahun pertamanya RIM mendapatkan penghasilan satu juta dollar dengan 12 orang karyawan (Berryndo.com). Singkat cerita Blackberry masuk kawasan Indonesia pada tahun 2004, pertama kali oleh perusahaan Indosat dan kemudian dua perusahaan besar lainnya salah satunya excelcom (Wikipedia.com). Sejak mulai saat itulah Blackberry menjadi salah satu perangkat elektronik yang memiliki pesona sendiri, terutama dengan kemampuan BBM (BlackBerry Messenger).

*****

‘Guh, beli BB gih, supaya komunikasi antara kita lancar!’ Ujar seorang teman yang mengeluhkan saya tidak memiliki perangkat ini. Karena biasanya mereka ngomongin kemana mereka akan jalan-makan lewat grup BBM.

Dan tebak, saya lebih memilih untuk cara tradisional yaitu sms-ria. Dan saya tidak ada masalah dengan itu, karena menurut saya sms lebih merekatkan, dan bahasa yang digunakan adalah bahasa kasih (prett).

Pada tahun 2011, setelah saya kelar koass, dan kampus mengharuskan magang pasca koass, tiba-tiba kakak menelpon.

‘Kamu mau BB, gak?’

‘Ya, kalo gratisan siapa sih yang nggak mau?’

Akhirnya dimulailah petualangan per-BlackBerry-an saya. Awal punya, saya pake Storm 2, karena entah kenapa saya sangat suka jenis BB ini. Ada perasaan puas saat mengetik pesan, ber-BBM-an, ada bunyi yang akan selalu saya rindukan.

Rasanya semenjak punya hape ada yang berbeda dari hidup saya, meskipun nggak jauh beda sih. Tiap bangun bukan lagi melihat jam berapa, tapi apakah ada BBM, atau mention-an twitter yang nyangkut, ya selain jam juga sih.

Saya bukan orang yang terpaku sama gadget sih sebenarnya, jadi gak tiap detik ngeliat layar, tapi memang agak berbeda, karena sekarang bisa browsing, chatting, nge-twittfacebook-an dari satu gadget (dulu hape pegangan saya gak berwarna cuy! Apalagi berinternet! haha).

And i do love so much this phone! Apalagi kualitas kamera yang baik, meskipun batre yang sungguh boros karena sehari bisa untuk tiga kali charging. Dan waktu itu ada promo-promo murah dong dari setiap provider tapi memang yang paling murah adalah program 100rb/3bulan yang dikeluarin XL!

Hidup tampak lebih mudah dengan pengontrol dalam genggaman kita. Jika butuh informasi penyakit, obat-obatan tinggal searching! Maklum katrok karena ini adalah hape tercanggih pertama yang saya miliki selama hidup saya (lebay!).

Dan saat pengundian tempat internship ternyata nasib menempatkan saya di Lombok, pulau surga yang dikelilingi oleh alam yang indah, laut yang biru terang, terumbu karang yang terasa menggoda untuk dijamah (Jangan dijamah! nanti rusak!).

Saya mencintai pulau ini, karena keindahannya, kemahsyurannya. Pada minggu pertama saya di Lombok saya dan teman-teman langsung pergi berlibur ke Gili Trawangan!

Ya, Gili Trawangan yang terkenal itu! Meskipun tetap saja tidak akan ramai seperti Bali. Tapi saya sungguh menyukai suasana yang ada di sini. Mengelilingi pulau dengan bersepeda, menanti turunnya senja di bagian barat, atau dengan sabar menunggu terbitnya mentari pagi.

Image

Mentari Pagi di Gili Trawangan (Dok. Pribadi)

 

Saat matahari tepat diatas kepala, mungkin saat yang tepat untuk bersnorkling ria, untuk bercumbu ria dengan ikan, mensyukuri keindahan bawah laut, dan yang terpenting adalah belajar berenang! haha…

Dan, saat nyemplung di Gili Air, saya tanpa sadar tidak memeriksa ulang barang-barang yang masih saya kantongi, mungkin karena terlalu bersemangat jadinya lupa kalo BB masih ada di kantong celana pendek.

Image

saat si Bebe ada dikantong celana, sebelum mata berkaca-kaca (Dok. Pribadi)

Saat keluar dari air, langsung saya keluarkan, coba keringkan, dan menitipkan ke teman sebelum nyemplung lagi di area snorkling berikutnya, meskipun rasa sedih terasa.

‘Udah kaya ya, Guh, BB ikutan snorkling!’

Dan ternyata BB tercinta tidak kembali ROSC (Return of Spontaneus Circulation) hingga saya kirim ke kakak untuk dicoba untuk dibetulkan di Jawa. Hasilnya nihil, sedih rasanya harus kembali menjadi orang yang gaptek kembali, tidak bisa memantau perkembangan twitter, mencari informasi baru, ngeblog. Ah, kenangan lama!

Image

#BBBaru dan Hape lama tercinta (Dok. Pribadi)

Tapi kemudian kakak menawarkan BlackBerry baru yang lebih murah, tidak bisa saya cintai seperti BB yang lama, tapi Stormy memberikan saya pelajaran berarti, jika engkau hendak snorkling, coba lagi cek di kantong celanamu, apakah ada barang yang tertinggal atau tidak.

Karena sesal selalu berada diakhir cerita dan itu semua tidak ada artinya. Dan semoga mengambil hikmah ceritanya ya teman-teman! 🙂

Advertisements